News

TEKNIK DAN RASA PENGAMBILAN FOTO

(oleh: Q Hamdan Purwo Ngabei)

Photograph berasal dari kata Yunani [Photos : Cahaya] [Grafo : Melukis/menulis] Proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada MEDIA yang PEKA cahaya. Bicara tentang fotografi yang perlu diperhatikan pertama adalah tentang arti mudahnya dulu yaitu dengan “menangkap cahaya”. Ini yang sangat perlu dipahami sebelumnya, bicara dengan menangkap cahaya berarti “cahaya” ini sangat diperlukan untuk pengambilan suatu foto. Perlu ditekankan terlebih dahulu bahwasanya “Kamera itu hanya Alat”. Jadi saat bicara dengan pengambilan foto, jangan pernah sesekali terkendala dengan alatnya baik itu Kamera DSLR, Kamera Digital, Kamera Professional, atau Handphone sekalipun. Dalam hal ini kita akan fokus tentang dua hal utama pengambilan foto yaitu TEKNIS dan RASA karena menurut saya bicara tentang pengambilan foto TEKNIS dan RASA adalah dua modal utamanya.

Bicara tentang TEKNIS, berarti bicara tentang alat yang akan kita gunakan. Sebenarnya baik di kamera manapun (handphone sekalipun) terkait teknis itu ada tiga dasar utama pengambilan yaitu SEGITIGA EKSPOSURE (ISO SPEED, Aperture, Shutter Speed). Sebenarnya segitiga eksposure di handphone sudah banyak dan serba otomatis sehingga sangat memudahkan kita untuk tidak terlalu mensetting segitga eksposure ini. Untuk lebih jelas, sekarang bisa kita lihat hanphone masing-masing dan buka aplikasi kamera. Cari settingan/mode yang PRO biasanya ada beberapa yg bisa diatur.

Pertama, ISO adalah “International Standardization Organization”, ini adalah tingkat sensitivitas dari kemampuan alat (handphone) kita. Jadi masing-masing berbeda sesuai dengan merk dan jenisnya. Saat ISO kita naikan angkanya, gambar yang dihasilkan akan semakin cerah, tapi terkadang gambar yang dihasilkan terlihat rusak. Silahkan coba ISO nya masing-masing, ambil gambar dengan ISO rendah, lalu gambar dengan ISO tinggi dan liat perbedaanya. Ini adalah salah satu cara teknis untuk mempengaruhi terang atau gelapnya foto yang dihasilkan dengan mengatur ISO di kamera handphone.

Kedua, Aperture atau bukaan diafragma lensa yang menentukan banyaknya cahaya diteruskan oleh lensa kemudian ditangkap oleh sensor kamera. Ini sangat jarang bisa diatur di kamera handphone, intinya Aperture mirip dengan cara kerja mata kita. Saat kita melihat cahaya terang mata kita akan menyipit dan saat melihat yang sedikit gelap kita akan membuka mata lebih besar. Silahkan mencoba dengan melihat cahaya lampu. Fungsi ini akan ada di kamera-kamera digital ataupun analog. Hampir seluruh handphone tidak memiliki fitur untuk bisa setting Aperture ini. Hanya ada bebrapa handphone seperti Samsung Galaxy Note 9.

Ketiga, Shutter Speed atau dikenal juga dengan Exposure Time menentukan lamanya sensor kamera dalam menangkap citra dari suatu objek, maksudnya adalah kecepatan kamera untuk menangkap gambar. Contoh paling jelas nya ada di modus malam pada pengaturan kamera handphone. Sekarang coba buka mode modus malam kemudian bandingkan hasil foto tidak boleh bergetar dan bergerak dengan hasil foto sambil sedikit digoyangkan. Jadi handphone yang ada fitur Modus Malam akan membuat kamera diatur Shutter Speed tersebut sampai ke titik terendah. Saat Modus Malam/Shutter Speed rendah gambar yang dihasilkan akan lebih terang, tapi kamera sedikit sulit untuk menangkap objek yang bergerak. Bersyukurlah, karena sekarang handphone menyediakan fitur otomatis. Jadi sbenernya tidak perlu kita repot-repot atur juga bisa menghasilkan foto.

Ada beberapa tips untuk menghasilkan foto yang diinginkan:

  1. Pegang handphone dengan kedua tangan.
  2. Format foto biasanya 16:9 (miring). Jadi ketika menangkap foto untuk  dokumentasi atau kegiatan biasakan handphone dimiringkan (landscape tidak portrait).
  3. Tahan nafas, ini biasanya lebih menstabilkan foto.
  4. Jangan sambil bergerak usahakan diam dulu baru mengambil foto.

Dengan landscape foto yang dihasilkan akan lebih banyak memuat informasi dari foto yang portrait. Dalam foto landscape kita dapat tambahan informasi seperti laut dan airnya cukup luas, ternyata ada perahu disekeliling sana dan lebih memaparkan keindahannya tidak hanya gambar laut saja yang dihasilkan.

Itulah beberapa TEKNIK dasar yang bisa digunakan dalam pengambilan gambar. Kita akan bahas tentang RASA pengambilan gambar yang terdiri dari Type of Shot, Angle, dan Framing.

  1. Type of Shot

Type of shot itu adalah patokan jauhnya kita mengambil gambar atau bisa juga patokan framing kita. Beberapa  type of shot adalah Close Up, Medium Shot dan Long Shot. Close Up dimana kita mengambil gambar dengan sangat dekat dengan objek. Biasanya untuk pengambilan gambar yang lebih detail juga pengambilan gambar close up ini untuk menekankan suatu objek. Medium Shot biasanya kita akan mengambil gambar ini untuk menjelaskan gambar atau informasinya secara utuh. Long Shot dimana kita mengambil gambar lebih jauh lagi dari objek yang initinya gambar seperti ini untuk memberikan informasi sekitar si objek bisa berupa kejadian, pemandangan, background dan lainnya. Terpenting dari semuanya adalah selalu sisakan ruang kosong dari setiap gambar. Pada dasarnya tentang RASA ini harus lebih banyak latihan karena berkaitan dengan RASA ini benar-benar kita kaitkan dengan sensitivitas kita dalam mengambil gambar. Ada beberapa Teknik pengambilan Type of shot pada gambar diantaranya:

  1. Close Shot, efek close up biasanya akan terkesan gambar lebih cepat, mendominasi, menekan. Ada makna estetis, ada juga makna psikologis.
  2. Medium Shot, jenis gambar ini adalah paling aman, karena tidak ada penekanan khusu. Semua gambar bisa ditampilkan dengan netral di sini.
  3. Long Shot, untuk mengikuti area yang lebar atau ketika adegan berjalan cepat, untuk menunjukan di mana adegan berada/menunjukan tempat, untuk menunjukan progress, untuk menunjukan bagaimana posisi subjek memiliki hubungan dengan yang lain.
  • Angel

Suka memperhatikan jika pengambilan foto bendera itu harus dari bawah? Foto presiden pun harus sedikit dari bawah?Ini yang disebut Angel atau sudut pandang. Saat kita foto seseorang dari bawah, kita memberikan efek kita meninggikan derajatnya begitupun sebaliknya. Jadi jangan sesekali kita foto prsiden/guru atau yang ingin kita tinggikan, kita yang memfoto berada di lebih tinggi posisinya. Ada beberapa Teknik pengambilan Angel pada gambar diantaranya:

  1. Low Angel, pengambilan gambar dengan low angel posisi kamera lebih rendah dari objek akan mengakibatkan objek lebih superior, dominan, menekan.
  2. Eye Level, pengambilan gambar dengan eye level di mana kamera sama tinggi dengan mata memandang atau objek utama akan menimbulkan efek setara, ikut merasakan, dan sama tinggi.
  3. High Angel, kelabikan dari low angel akan mengakibatkan dampak sebaliknya, objek akan terlihat imperior, menekan, derata audiens lebih tinggi, dan simpatik.
  • Framing

Salah satu tips komposisi dasar pada fotografi adalah framing, yakni dengan menempatkan subyek utama foto atau Point of Intereset (POI) dalam posisi yang sedemikian rupa sehingga dikelilingi elemen lain dalam foto. Framing bisa dicapai salah satunya dengan menempatkan elemen foto yang jaraknya dekat dengan kamera sebagai latar depan (foreground) yang mengelilingi point of interest. Beberapa framing yang bisa ditambahkan adalah: kejadian, informasi, layer, ekspresi dll.

Leave a comment