News

Sepenggal kisah Rekan GAB dari Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat

Saya Guru Rukmini, akrab dipanggil Guru Ukmy. Perjalanan ini dimulai ketika saya memutuskan untuk mendaftar menjadi Relawan Gerakan Ayo Bercita-cita (Rekan GAB) untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) karena saya berasal dari salah satu kabupaten di sana yakni Kabupaten Bima. Kemudian saya berhasil tergabung dalam Rekan GAB Batch 1 untuk wilayah NTB dan Sumatera Utara bersama guru-guru lainnya. Selang beberapa pekan bergabung saya mendapat partner seperjuangan untuk melaksanakan misi Pelatihan Gerakan Ayo Bercita-cita di Kabupaten Bima. Guru Rosmala Dewi, ia adalah partner seperjuangan saya, yang akrab saya sapa Guru Mala. Tidak hanya Guru Mala, tetapi ada dua guru Rekan GAB lainnya yakni Guru Rini Anggraini dan Guru Sri Mulyati. Kami menjadi tim yang kompak untuk bekerja sama melaksanakan misi Pelatihan Gerakan Ayo Bercita-cita di daerah kami.

Sebagai langkah awal kami melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima pada hari Jum’at, 24 Januari 2020 di ruang Kepala Dinas. Beberapa menit berbincang dengan Kepala Dinas dan stafnya terkait dengan program Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB) yang akan kami gebrakan di Kec. Langgudu, Kab. Bima akhiranya mendapat perijinan.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Kantor Kemeterian Agama Kab. Bima, kami menemui langsung Kepala Kemenag dan Kasi Pendidikan Madrasah. Gayung bersambut, tujuan kami pun mendapat apresiasi dari Kemenag. Kepala Kemenag merekomendasikan untuk semua madrasah ibtidaiyah ikut serta dalam kegiatan GAB. Kami sangat bahagia mendengar perkataan Kepala Kemenag dan Kasi Pendidikan Madrasah terhadap penyambutan kehadiran GAB di Kabupaten Bima.

Setelah proses perijinan, beberapa hari kemudian kami melakukan survey lokasi yakni di Kec. Langgudu sebagai tempat pendampingan kami untuk melakukan audiensi dengan kepala UPT Dinas Dikbudpora Kec. Langgudu. Tujuan kami disambut baik oleh Kepala UPT dan Pengawas Pendidikan yang menerima kehadiran GAB di Langgudu. Kemudian Ia menjelaskan jumlah gugus di Langgudu dan langsung membagikan tim untuk maisng-masing memegang dua gugus. Saya dengan Guru Mala memegang gugus 1 dan gugus 2 sedangkan Guru Rini dan Guru Sri memegang gugus 3 dan 4. Kemudian kami bersama kepala UPT menetapkan jadwal untuk pelatihan GAB Langgudu.

Dalam perjalanan pulang, hujan deras dan angin menjadi teman selama perjalanan mengendarai sepeda motor. Kami tidak berteduh karena takut malam di perjalanan. Ketika masuk jalur pegunungan antara Desa Doro O’o dan Laju, kami menemui jalan yang tidak bisa dilewati karena derasnya air. Terpaksa Guru Mala yang saya bonceng harus turun mendorong sepeda motor saya. Di sepanjang perjalanan terus seperti itu sampai tiba di Desa Wilamaci Kec. Monta.

Selang dua minggu kami melakukan progres pertama yaitu melakukan pelatihan GAB di SDN Inpres Doro O’o untuk gugus 1 dan 2. Pagi-pagi sekali kami berangkat menuju lokasi dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam perjalanan dari rumah. Sepanjang perjalanan kami menikmati pemandangan yang sangat indah dan sejuk karena embun pagi hampir menutupi jalan yang kami lewati. Tiba-tiba di atas jalur pegunungan kami di hadang oleh pemuda yang memegang parang panjang. Kami ketakutan, kami mengira mereka adalah perampok ternyata mereka adalah orang yang meminta uang rokok sebagai imbalan membantu perjalanan kendaraan yang melintas. Di jalur pegunungan ini, sepanjang jalan yang dilewati  rusak sehingga kami harus naik turun untuk mendorong sepeda motor. Hati kami sempat merasa sedih karena sepatu yang kami pakai untuk mengisi pelatihan dari rumah sangat bersih dan rapi ketika sampai di lokasi pelatihan menjadi penuh dengan lumpur. Itu hanya sedih sementara, meski bawahan baju dan sepatu kami penuh dengan lumpur kami tetap tampil semangat.

Perjuangan kami akhirnya terbalasakan oleh Pelatihan yang berjalan dengan lancar. Guru-guru peserta pelatihan pun sangat bersemangat mengikuti kegiatan pelatihan sampai akhir. Semoga program Gerakan Ayo Bercita-cita di Kec. Langgudu berjalan lancar sampai 4 bulan ke depan dan berhasil mengarahkan siswa untuk memiliki cita-cita setinggi langit. Itu harapan salah satu peserta pelatihan.

[Rekan GAB, Guru Rukmini, S.Pd.I.,SGI]

Leave a comment