News

PENGARUH CITA-CITA DALAM PENANAMAN KARAKTER ANAK

Bersama: Ayu Sukmayani

 Pembukaan Kelas Bercerita Cita-cita GAB, mengundang Guru Ayu Sukmayani, fasilitator pendidikan Dompet Dhuafa Yogyakarta juga sebagai Aktivis Sekolah Guru Indonesia. Sebagai orang dengan background pendidikan, Guru Ayu memiliki  pandangan tersendiri terhadap Cita-cita sebagai salah satu sarana dalam menanamkan karakter pada anak. Terlebih, jika kita berprofesi sebagai guru, maka kita memiliki kesempatan untuk hadir dalam setiap proses belajar peserta didik kita.

Guru Ayu juga menjelaskan ketika kita berprofesi sebagai guru artinya kita menjadi orangtua di sekolah dan pemimpin di kelas. Kita adalah agen di sana untuk memberikan contoh terbaik, pengalaman terbaik untuk peserta didik kita. Begitu pula dengan masa depan mereka, kita berusaha mengantarkan mereka pada kesuksesannya.

Cita-cita dapat diartikan sebagai mimpi, harapan, ingin menjadi apa di masa depan? Cita-cita dapat menjadi vitamin baru ketika kita menemui kendala atau masalah di kemudian hari. Cita-cita inilah yang akan menjadi penyemangat dan motivasi kita untuk sukses. Setiap diri kita pasti memiliki cita-cita, sama halnya dengan anak dan peserta didik kita. Lalu bagaimana peran kita sebagai guru dalam mendampingi cita-cita peserta didik kita sekaligus menanamkan karakter baik melalui bercita-cita?

Banyak peran yang dapat kita lakukan agar peserta diidk memiliki cita-cita yang tinggi. Dalam lingkup kelas misalnya, kita dapat menyisipkan pendidikan karakter dan mengaitkan dengan cita-cita mereka. Kita juga dapat mendatangkan guru tamu dari berbagai macam profesi dan mengenalkan kegiatan serta manfaat dari profesi tersebut. Sehingga peserta didik memahamiingin menjadi sosok terbaik seperti apa di masa depan.

Wajar bagi anak ketika mereka memiliki banyak cita-cita dan kita sebagai guru apa yang menjadi cita-cita mereka kita dukung dan arahkan. LIhat potensi dan kecerdasan peserta didik kita di mana untuk dapat dikembangkan. Jika selaras dengan harapan mereka, kita dorong dan persiapkan mereka untuk menjadi apa yang mereka inginkan.

Dukungan yang diberikan guru ada dua, dukungan pendidikan dan pembentukan jati dirinya.  Caranya, ketika mengenalkan cita-cita, kita dapat menceritakan tugas dan mengangkat nilai-nilai kebaikan dari profesi tersebut dalam bermasyarakat. Agar jika cita-citanya berubah pun, nilai-nilai karakter yang telah tertanam dapat membentuk jati dirinya yang dapat mendukung mereka menjadi profesi apa pun.

Guru Ayu Sukmayani menambhkan “Peran kita sendiri sebagai guru dapat menjadi jalan mengenalkan profesi guru melalui contoh perilaku dan budi pekerti baik. Sosok guru dapat menjadikan agen dalam mengenalkan profesi pada anak, karena anak adalah peniru ulung orang-orang di sekelilingnya. Maka dari itu mari kita menjadi sosok terbaik di hadapan peserta didik kita”

Hal ini tentu sejalan dengan semangat Gerakan Ayo Bercita-cita untuk mendorong setiap anak Indonesia memiliki cita-cita dengan peran serta dukungan aktif pendidik untuk memotivasi, mendampingi, dan membimbing peserta didik berani bercita-cita!

#MencegahAnakBermasalah

#MemudahkanMeraihSukses

#MenyemaiGenerasiHebat

Leave a comment