News

Penanaman Pendidikan Karakter Selama Pandemi COVID-19

          Menyikapi luasnya penyebaran COVID-19 lapisan pemerintah baik daerah mau pun pusat semakin gencar melakukan berbagai upaya pencegahan. Dengan menutup sementara berbagai tempat hiburan, perbelanjaan, rekreasi, pekantoran, rumah ibadah, hingga sekolah. Hal ini dilakukan pemerintah untuk meminimalisir dampak dari penyebaran coronavirus. Beberapa kota-kota besar bahkan telah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) serta pelarangan mudik.

            Tidak terkecuali di bidang pendidikan yang juga terdampak akibat adanya virus ini. Mendadak pemerintah memindahkan proses belajar mengajar menjadi di rumah dan melalui pembelajaran daring. Tidak hanya itu, UN (Ujia Nasional) yang direncanakan dari jauh-jauh hari terpaksa diundur pelaksanaannya sampai waktu yang tidak ditentukan. Oleh karena itu, respon guru sangat diperlukan dalam menghadapi kebijakan pemerintah pusat mau pun daerah tersebut.

            Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learing) menjadi solusi untuk tetap belajar meski harus dari rumah. Namun, di sini kreativitas dan inovasi guru sangat dibutuhkan dalam mengelola pembelajaran yang terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, guru tidak harus memaksakan kurikulum kompetensi yang ada untuk dituntaskan oleh peserta didikanya. Tetapi guru dapat menjadikan kesempatan ini menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya saat mereka beraktivitas di rumah.

            Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan karakter merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat tindakan mendidik untuk penyempurnaan diri anak dan melatih kemampuan dirinya. Seperti bertanggung jawab, kejujuran, keteladanan, kedisiplinan, dan sopan santun, Apa salahnya, jika bentuk kegiatan mendidik ini dilakukan dalam bentuk kegiatan sehari-hari peserta didik saat di rumah. Berikut beberapa kegiatan yang dapat guru fokuskan untuk menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya!

  1. Kegiatan beribadah

Penanaman pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pembiasaan beribadah saat di rumah. Guru dapat memberikan tagetan-targetan ibadah untuk dilakukan peserta didiknya. Misalnya, dengan melakukan shalat berjamaah bersama orangtua atau keluarga, pembiasaan shalat dhuha mau pun tahajud serta target mengkhatamkan Al Qur’an. Dengan melaksanakan ibadah secara tidak langsung seorang anak belajar untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam mengelola waktu. Apalagi saat ini memasuki malam 10 hari terakhir Ramadhan di mana umat muslim memaksimalkan ibadahnya untuk mendapatkan malam lailatul qadr.

  • Menyelesaikan pekerjaan rumah

Mengajarkan bertanggung jawab kepada peserta didik tidak hanya dapat dilakukan oleh teori yang ada. Ternyata untuk melatih tanggung jawabnya, dapat dilatih melalui kehidupan sehari-harinya. Misalnya dengan menyelesaikan pekerjaan rumah seperti merapikan tempat tidur sendiri, membereskan buku setelah digunakan, atau merapikan barang-barang milik sendiri. Guru dapat meminta peserta didiknya menceritakan kegiatan sehari-hari mereka ketika menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Kemudian peserta didik membagikan kegiatannya dalam bentuk video dan dibagikan kepada teman sekelasnya melalui sosial media.

  • Membantu orangtua

Membantu pekerjaan orangtua saat di rumah merupakan sarana bagi peserta didik untuk berbakti sekaligus melatih kepekaan sosialnya. Ini adalah kolaborasi antara guru dan orangtua peserta didik. Di mana guru dapat melibatkan orangtua untuk menyelesaikan kompetensi peserta didiknya dengan beraktivitas bersama orangtuanya. Seperti melakukan perilaku baik dengan membantu orangtua sesuai tahapan usia dan perkembangannya. Atau dapat juga melakukan perilaku positif lainnya yang dapat dikategorikan membantu orangtua. Untuk memonitoringnya, guru dapat membuat form character report melalui google formulir untuk diisi oleh orangtua disertai dengan video dan foto kegiatannya.

Penanaman pendidikan dapat menjadi rekomendasi pembelajaran bagi guru selama masa pandemi COVID-19. Semoga kita senantiasa memberikan pembejalaran terbaik bagi peserta didik kita.

Penanaman Pendidikan Karakter Selama Pandemi COVID-19

          Menyikapi luasnya penyebaran COVID-19 lapisan pemerintah baik daerah mau pun pusat semakin gencar melakukan berbagai upaya pencegahan. Dengan menutup sementara berbagai tempat hiburan, perbelanjaan, rekreasi, pekantoran, rumah ibadah, hingga sekolah. Hal ini dilakukan pemerintah untuk meminimalisir dampak dari penyebaran coronavirus. Beberapa kota-kota besar bahkan telah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) serta pelarangan mudik.

            Tidak terkecuali di bidang pendidikan yang juga terdampak akibat adanya virus ini. Mendadak pemerintah memindahkan proses belajar mengajar menjadi di rumah dan melalui pembelajaran daring. Tidak hanya itu, UN (Ujia Nasional) yang direncanakan dari jauh-jauh hari terpaksa diundur pelaksanaannya sampai waktu yang tidak ditentukan. Oleh karena itu, respon guru sangat diperlukan dalam menghadapi kebijakan pemerintah pusat mau pun daerah tersebut.

            Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learing) menjadi solusi untuk tetap belajar meski harus dari rumah. Namun, di sini kreativitas dan inovasi guru sangat dibutuhkan dalam mengelola pembelajaran yang terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, guru tidak harus memaksakan kurikulum kompetensi yang ada untuk dituntaskan oleh peserta didikanya. Tetapi guru dapat menjadikan kesempatan ini menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya saat mereka beraktivitas di rumah.

            Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan karakter merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat tindakan mendidik untuk penyempurnaan diri anak dan melatih kemampuan dirinya. Seperti bertanggung jawab, kejujuran, keteladanan, kedisiplinan, dan sopan santun, Apa salahnya, jika bentuk kegiatan mendidik ini dilakukan dalam bentuk kegiatan sehari-hari peserta didik saat di rumah. Berikut beberapa kegiatan yang dapat guru fokuskan untuk menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya!

  1. Kegiatan beribadah

Penanaman pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pembiasaan beribadah saat di rumah. Guru dapat memberikan tagetan-targetan ibadah untuk dilakukan peserta didiknya. Misalnya, dengan melakukan shalat berjamaah bersama orangtua atau keluarga, pembiasaan shalat dhuha mau pun tahajud serta target mengkhatamkan Al Qur’an. Dengan melaksanakan ibadah secara tidak langsung seorang anak belajar untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam mengelola waktu. Apalagi saat ini memasuki malam 10 hari terakhir Ramadhan di mana umat muslim memaksimalkan ibadahnya untuk mendapatkan malam lailatul qadr.

  • Menyelesaikan pekerjaan rumah

Mengajarkan bertanggung jawab kepada peserta didik tidak hanya dapat dilakukan oleh teori yang ada. Ternyata untuk melatih tanggung jawabnya, dapat dilatih melalui kehidupan sehari-harinya. Misalnya dengan menyelesaikan pekerjaan rumah seperti merapikan tempat tidur sendiri, membereskan buku setelah digunakan, atau merapikan barang-barang milik sendiri. Guru dapat meminta peserta didiknya menceritakan kegiatan sehari-hari mereka ketika menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Kemudian peserta didik membagikan kegiatannya dalam bentuk video dan dibagikan kepada teman sekelasnya melalui sosial media.

  • Membantu orangtua

Membantu pekerjaan orangtua saat di rumah merupakan sarana bagi peserta didik untuk berbakti sekaligus melatih kepekaan sosialnya. Ini adalah kolaborasi antara guru dan orangtua peserta didik. Di mana guru dapat melibatkan orangtua untuk menyelesaikan kompetensi peserta didiknya dengan beraktivitas bersama orangtuanya. Seperti melakukan perilaku baik dengan membantu orangtua sesuai tahapan usia dan perkembangannya. Atau dapat juga melakukan perilaku positif lainnya yang dapat dikategorikan membantu orangtua. Untuk memonitoringnya, guru dapat membuat form character report melalui google formulir untuk diisi oleh orangtua disertai dengan video dan foto kegiatannya.

Penanaman pendidikan dapat menjadi rekomendasi pembelajaran bagi guru selama masa pandemi COVID-19. Semoga kita senantiasa memberikan pembejalaran terbaik bagi peserta didik kita.

Penanaman pendidikan dapat menjadi rekomendasi pembelajaran bagi guru selama masa pandemi COVID-19. Semoga kita senantiasa memberikan pembejalaran terbaik bagi peserta didik kita.

Leave a comment