News

MENDORONG MOTIVASI CITA-CITA ANAK MELALUI DONGENG

Bersama: Kak Bonchie

Sebagai orangtua, kita pasti berharap untuk kesuksesan Ananda di masa depan. Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya menjadi manusia gagal. Namun, tidak banyak orangtua dan pendidik mengetahui bahwa kesuksesan anak bisa dimulai dari ia berani Bercita-cita sejak dini. Cita-cita ini yang nantinya akan menggali minat, bakat, dan potensi anak. Karena untuk menggapai cita-citanya, anak perlu memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya. Lantas, bagaimana cara untuk memupuk cita-cita anak sejak dini? Salah satu cara mendorong motivasi anak Bercita-cita adalah melalui dongeng.

Pada Kelas Bercerita Cita-cita #3 GAB berkesempatan mengundang Kak Bonchie pendongeng Ayo Dongeng Indonesia. Ia menuturkan bahwa pada dasarnya dongeng adalah cerita, budaya bertutur Indonesia pada jaman dulu yang menceritakan kisah-kisah perjuangan. Apapun segala hal yang bisa kita komunikasikan itu adalah dongeng, karena dongeng adalah komunikasi dua arah. Intinya dongeng itu kisah yang kita bawakan. Kekuatan dongeng terletak ada pada ceritanya, teknik pengubah suara dan lainya hanyalah gimik. Jadi para orangtua tidak perlu khawatir jika tidak bisa melucu atau menguasai teknik mengubah suara dan gimik lainya karena kekutan dongeng itu sendiri terletak pada ceritanya.

Tentu hal ini sangat menarik, kita ketahui bahwasanya di dalam cerita dongeng banyak sekali mengandung pesan-pesan kebaikan, moral, dan budi pekerti baik serta petuah orang-orang terdahulu. Oleh karena itu, dongen dapat dijadikan salah satu sarana dalam mendorong motivasi cita-cita anak.

Cita-cita tidak terbatas pada profesi saja, tetapi cita-cita juga adalah harapan. Ketika kita bercerita ada pesan yang disampaikan di sana. Secara tidak langsung kita telah menabung harapan dan kebaikan tersebut pada anak. Jika anak ingin menjadi dokter, maka dokter yang seperti apa yang mereka harapkan?

Menceritakan berbagai macam profesi juga dapat melalui dari membaca buku bersama, kemudian mengenalkan konten yang terdapat dalam buku tersebut. Kenalkan pada anak profesi apa saja yang terlibat dalam pembuatan sampai dengan pencetakan menjadi sebuah buku. Mulai dari penulisnya, editor, illustrator dan sebagainya lalu ceritakan bagaimana profesi tersebut. Jika hal tersebut dilakukan, secara tidak langsung kita tengah menyicil kebaikan dan harapan untuk anak. Sehingga portofilio cita-cita anak menjadi beragam.

Selama sharing KBC berlangsung, Kak Bonchie juga memberikan tips dalam memilih dongeng untuk anak. Seperti berikut ini:

  1. Dalam memilihkan dongeng, tentunya harus sesuai dengan usia anak, lihat berapa rentang usia audiens kita?
  2. Siapkan cerita yang yang kita kuasai, kita sukai, dan sesuaikan dengan pendengar.
  3. Pilih informasi apa saja yang cukup mereka ketahui dari cerita yang kita bawa.
  4. Bukalah ruang untuk berdiskusi.

Selesai kita menyampaikan dongeng, kita tidak wajib membuat dan menyimpulkan pesan moralnya, agar anak-anak dapat menangkap pesan keseluruhan dari dongeng tersebut. Sebagai gantinya, kaita dapat menanyakan atau membuka diskusi dengan anak untuk membersamai anak membangun karakter lewat imajinasinya. Biarkan anak untuk menangkap pesan moral dari cerita itu sendiri. Sebisa mungkin libatkan anak ketika bercerita karena dongeng adalah komunikasi dua arah.

Kak Bonchie juga memaparkan, agar anak terbuka dengan orangtua, kita harus pandai membuka obrolan bersama anak agar ia berani bercerita untuk mengungkpakan pendapat dan bercerita tentang minatnya. Ketika anak berani menyampaikan pendapat dan menceritakan minatnya maka akan memudahkan orangtua untuk mendampingi anaknya.

Dongeng ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tergantung kita dapat meluangkan waktunya. Cerita-cerita yang kita sampaikan pada anak, bisa menjadi reminder untuk anak juga untuk diri kita sendiri. Misal ketika anak makan tidak mau diam, bisa me-recall cerita-cerita yang sudah disampaikan yang berkaitan dengan etika makan. Bank cerita ini bisa didapat dari pengalaman sendiri, pengalaman yang pernah kita lalui, atau kita juga dapat menceritakan profesi kita pada anak.

Pesan-pesan moral yang kita sampaikan melalui dongeng, ini akan mendorong anak untuk menjadi apa yang setiap hari mereka dengar dan lihat. Sehingga akan menumbuhkan minatnya akan suatu bidang yang sesuai dengan minatnya.

Itulah mengapa dalam proses anak bercita-cita, GAB menempatkan “menumbuhkan kesadaran bercita-cita” di urutan pertama karena ini adalah dasarnya. Dan salah satu cara menumbuhkan kesadaran bercita-cita pada anak adalah dengan mendongeng. Di mana banyak pesan moral dan tokoh-tokoh yang dapat kita kenalkan pada anak melalui dongeng.

Leave a comment