News

Ingin Punya Cita-cita seperti Susan

“Susan susan susan
Besok gede mau jadi apa
Aku kepingin pinter
Biar jadi dokter
Kalau kalau benar
Jadi dokter kamu mau apa
Mau suntik orang lewat
Jus jus jus
Ria : Lho kalau nggak sakit kenapa disuntik?
Susan : Biar obatnya laku”

Masihkah teringat penggalan lagu Susan ciptaan Ria Enes? Penggalan lagu diatas, mengingatkan kita akan masa-masa kecil dulu. Ternyata sudah ada lagu yang bisa menumbuhkan kesadaran anak-anak untuk bercita-cita. Dalam rangka menumbuhkan kembali kesadaran itu, MI Negeri 3 Kulon Progo (MIN3KP) mengadakan kegiatan Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB). GAB dilakukan melalui penerapan kegiatan SMS Bercita-cita, yaitu Sepuluh Menit Sepekan Bercita-cita yang dilakukan dengan menggambarkan cita-cita dan menceritakan gambar cita-cita di depan kelas.

Secara serentak dari kelas 1 sampai kelas 6 pada hari Sabtu, 29 Februari 2020 telah disosialisasikan kepada siswa mengenai GAB. Tujuannya yaitu untuk mencegah anak bermasalah, memudahkan anak untuk sukses, dan menyemai generasi hebat. Tahap pertama, Ibu Anisah guru kelas 1 MIN3KP menyampaikan amanat, “Bercita-cita adalah pengharapan masa ini atas keadaan masa depan. Tidak punya cita-cita atau harapan atas keadaan masa depan, akan membuat hidup tidak terarah. Hayo siapa yang punya-cita-cita?” tutur beliau. Seluruh peserta didik pun tunjuk jari.

Sebagian siswa MIN3KP ada yang masih malu-malu mengungkapkan cita-citanya. Karena sebagian wali peserta didik bermata pencaharian petani mungkin inilah yang menyebabkan anak-anak malu untuk mengungkapkan. Padahal bercita-cita dapat memutus rantai kemiskinan dan kebodohan, dimulai dari berani bercita-cita. Cita-cita memberikan sebuah gambaran tentang perwujudan seperti apa masa depan kita. Dengan bercita-cita membuat kita fokus dan menumbuhkan daya juang untuk meraihnya.

Setelah menumbuhkan kesadaran bercita-cita, peserta didik menggambarkan cita-citanya kemudian menceritakannya di depan kelas satu per satu. “Apa cita-citamu?”, pertanyaan Pak Arif Syaifudin pustakawan MIN3KP. Jawabannya ada yang ingin menjadi sopir truk, pembalap, pemain sepak bola, penari sanggar, wirausaha, guru, dokter, pengusaha, tentara, polisi, dan petani.

“Dulu aku pernah bercita-cita menjadi seorang tentara. Tentara yang gagah perkasa. Tetapi cita-citaku kemudian berubah. Setelah ku pikir-pikir, ah, lebih baik jadi pembalap saja”, papar Rhevan. Siswa kelas 1 MIN3KP. “Apa Cita-citamu Abdul?” Tanya Mulyanto di kelas 4 “Tadinya kupikir cita-citaku tak akan berubah lagi. Tetapi ternyata berubah juga. Aku ingin menjadi guru bahasa Arab,” ucap Abdul Rahman Sholeh kelas 4 MIN 3KP. “Menjadi guru bahasa Arab makmur juga lho”, sahut Mulyanto guru bahasa Arab MIN 3KP yang di amini seluruh siswa. Ternyata cita-cita Abdul terinspirasi oleh gurunya sendiri. Keren…

Tanpa cita-cita, tanpa harapan dan tanpa impian hidup tidak layak dijalani. Manusia, digerakkan oleh cita-cita dan gagasan. Semua bermula dari cita-cita dan gagasan. (Uly)

Leave a comment