News

GAB latih 50 guru As Syukro

CIPUTAT-Selasa (17/12) Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB) merupakan gerakan yang menginisiasi anak Indonesia untuk mempunyai cita-cita. GAB berusaha untuk terus menjangkau guru-guru sekolah dasar dimulai dari sekolah jaringan dan dampingan Dompet Dhuafa untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Karena motor penggerak GAB itu sendiri adalah guru yang mempunyai peran penting dalam mendampingi peserta didiknya menuju kesuksesa. Maka hari ini GAB kembali menyapa guru-guru sekolah dasar di Sekolah Al Syukro Universal Ciputat.

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang guru yang seluruhnya merupakan guru sekolah dasar di Sekolah Al Syukro Universal. Pelatihan GAB disambut baik oleh Ibu Tri selaku Kepala Sekolah Al Syukro beliau menyampaikan harapannya dari pelatihan GAB ini guru-guru mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru sebagai sarana untuk mengupgrade kompetensi guru.

Pelatihan kali dibawakan oleh Bu Rina Fatimah dan Kak Ojan sebagai salah satu inisiator dari Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB). Pada sesi awal pembukaan pelatihan GAB Bu Rina memaparkan tentang profile dan latar belakang terlahirnya GAB salah satunya adalah kurangnya kesadaran anak Indonesia untuk memiliki cita-cita. “Kami meyakini anak yang mempunyai cita-cita akan mempermudah anak menuju kesuksesannya dan semoga keyakinan ini menjadi keyakinan kita semua” papar Bu Rina Fatimah.

“Seseatu yang sederhana yang akan dilakukan anak kita tapi dampaknya akan luar biasa, adalah dengan bercita-cita” papar Kak Ojan ketika melakukan brainstorming kepada guru-guru. Di sesi pertama pelatihan Kak Ojan mengajak guru-guru untuk berdiskusi tentang mengapa anak-anak Indonesia perlu memiliki cita-cita. Guru-guru peserta pelatihan sangat berantusias mendengar pemaparan Kak Ojan dan turut memberikan pendapatnya tentang pentingnya seorang anak memiliki cita-cita. Salah seorang guru menyebutkan bahwa dengan bercita-cita anak akan fokus untuk mewujudkan cita-citanya.

Setelah memaparkan pentingnya Gerakan Ayo Bercita-cita, guru-guru dibekali untuk bagaimana mengimplementasikan GAB di kelas mereka. Kak Ojan memberikan simulasi implementasi GAB dengan bercerita dan mendongeng. Di momen ini guru-guru merasa terhibur oleh kemahiran Kak Ojan dalam mendongeng. Fokus pelatihan di sesi ini adalah guru mempunyai kemampuan untuk mengemas dengan menarik ketika memberikan motivasi kepada peserta didik untuk memiliki cita-cita.

Keseruan pelatihan tidak hanya sampai di situ, guru-guru diminta untuk menggambarkan cita-cita mereka di kertas yang sudah disediakan. Guru-guru telihat antusias dan sunggung-sungguh dalam menggambarkan cita-cita mereka. Beberapa cita-cita mereka ada yang ingin membangun kembali sekolah kelas jauh Centre Learning Program yang pernah didirikan bersama teman-temannya beberapa tahun lalu. Ada pula yang ingin naik haji bersama istri dan ketiga anaknya. Kemudian guru-guru diminta untuk mensimulasikna bercerita cita-cita di depan guru-guru lainnya. Guru-guru Al Syukro terlihat bahagia mereka senang bisa mendapatkan kesempatan untuk menggambar dan menceritakan cita-cita mereka kepada orang lain.“Tidak masalah cita-cita itu tercapai atau tidak terpenting adalah cita-cita akan berpengaruh langsung pada orangnya dan cita-cita akan menjadi self control bagi pemiliknya. Bubuh Kak Ojan ketika di akhir sesi pelatihan.

Harapannya, tidak hanya sekolah Al Syukro Universal yang akan menjadi inkubator generasi-generasi hebat Indonesia, tetapi semua sekolah yang ada di Indoensia bisa menjadi inkubator generasi hebat dan menjadi bagian dari Gerakan Ayo Bercita-cita untuk bersinergi bersama #MenyemaiGenerasiHebat.

Leave a comment