News

Cita-cita yang Besar dan Kesuksesan yang Benar

Kata sukses tentunya tidak asing terdengar di telinga kita. Bahkan kata ini terus diulang ketika seseorang menceritakan tentang mimpinya, cita-citanya, harapannya. Seolah apa yang menjadi pengharapan seseorang untuk hidupnya adalah tentang kesuksesan. Banyak di anatara kita berusaha dengan sangat getir, banitng tulang sana sini demi mencapai sukses menurut dirinya. Lalu apa sebenarnya makna dari kesuksesan itu sendiri? Siapakah yang pantas disematkan kata sukses kepadanya?

Setiap orang pasti memiliki target kesuksesannya sendiri. Ada yang mengukur sukses dengan materi yang dimiliki, ada pula dengan tingginya jabatan, atau bahkan sukses ketika disematkan banyaknya gelar. Namun untuk mencapai itu semua kita harus memiliki tekad yang kuat pada diri kita dan inilah yang disebut dengan cita-cita.

Islam telah mengajarkan kepada umatnya tentang bercita-cita bahkan Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam QS az-Zumar: 53- 54 untuk menjauhi rasa putus asa dari rahmatNya. Hal ini menunjukan pada kita semua bahwa sebagai umat Islam kita harus memiliki semangat juang yang tinggi termasuk dalam mewujudkan cita-cita.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam QS. Ali Imran: 159 “Faidza azzamta fatawakal ‘alallhu” yang artinya dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Azzam  atau tekad ini dapat dikatakan sebagai cita-cita yang luhur atau pengharapan saat ini pada kedaan di masa depan. Kalimat ini tidak hanya diartikan sebagai tekad atau cita-cita yang kuat saja melainkan dalam tekad dan cita-cita yang kuat ini diiringi dengan bertawakal atau berserah diri kepada Allah.

Banyak orang yang memiliki tekad dan cita-cita yang kuat tetapi hanya untuk mengejar prestise dan status sosial di masyarakat demi mencapai kesuksesan dunia. Rupanya cita-cita itu justru membuat dirinya menjadi budak dunia  dan melupakan bahwa apa pun yang kita lakukan harus diserahkan kepada Allah. Maka inilah yang disebut dengan cita-cita yang besar untuk kesuksesan yang benar, yaitu tidak hanya mencapai sukses melainkan hidup mulia dengan bertakwa kepada Allah.

Sebagai pribadi muslim, kita mesti memahami bahwa memiliki cita-cita yang dianjurkan dalam Islam adalah bercita-cita dalam kerangka fatawakal ‘alallahu. Maksudnya, segala sesuatu yang telah kita lakukan berada di genggaman Allah dan sebagai seorang muslim kita hanya perlu berusaha urusan berhasil atau tidak biar Allah yang menentukan.

Apa pun cita-cita kita, teruslah berazzam untuk mewujudkan kesuksesannya. Sukses bukan menurut kacamata manusia tapi memandang kesuksesan dengan kacamata iman. Maka kesuksesan itu sendiri adalah tegak lurusnya keberhasilan kita dalam urusan dunia dan akhirat dan orang-orang yang sukses ialah yang hidupnya mulia dengan bertawakal kepada Allah.

Leave a comment