News

Bj Habibie Sang Jenius yang Menginspirasi

Bacharuddin Jusuf Habibie yang lebih akrab dipanggil BJ Habibie merupakan presiden ketiga Republik Indonesia Sosok B. J. Habibie dikenal sebagai seorang yang jenius. Kecerdasannya dalam bidang teknologi dan sains patut diacungi jempol. Ia adalah orang Indonesia yang pertama menciptakan pesawat dan membawa harum nama Bangsa Indoensia ke kancah dunia dengan presatsinya di bidang tektonolgi. Bahkan, lantaran kepiawaian Habibie dalam hal tersebut, ia dijuluki sebagai Bapak Teknologi Indonesia dan sempat menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Indonesia.

Meski ketika BJ Habibie membicarakan mimpinya untuk menciptakan pesawat banyak teman-teman dan orang di sekeliling meremehkan bahkan mencemoohkannya. Bahkan ketika Habibie menyampaikan pemikirannya kepada pemerintah Indonesia usulannya tersebut tidak diterima. Habibie sempat mengalami depresi rinngan menghadapi kenyataan hidupnya. Namun, semangat dan keyakinan Habibie membawa ia pada kesuksesannya. Benar saja Habibie muda berhasil dengan progression crack theory atau teori keretakan. Barulah setelah ia berhasil menyumbangkan pemikirannya teori keretakan adalah cara untuk mengantisipasi struktur badan pesawat yang membuatnya menjadi lebih kuat untuk dioperasikan.

Di era itu industri pesawat terbang dihadapkan pada kebuntuan karena adanya kerusakan pesawat yang kerap tidak terdeteksi. Keretakan terjadi akibat fatigue atau kelelahan pada struktur pesawat yang tak terlihat. Akibatnya, angka kecelakaan pesawat terhitung tinggi. Semenjak ditemukannya teori keretakan oleh BJ Habibie muda mampu meningkatkan kinerja pesawat dan membuat daya angkut pesawat bertambah sehingga membuat daya jelajah menjadi lebih jauh. Teori ini membantu ilmuwan menciptakan pesawat yang lebih aman dan terhindar dari risiko kecelakaan.

Setelah ia berhasil menemukan teori keretakan, pemerintah Jerman memanggilnya untuk menduduki jabatan sebagai wakil presiden Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB) di tahun 1969. MBB merupakan industri pesawat terbang besar di Jerman. Barulah setelah itu, ia dipanggil pemerintah Indonesia untuk bekerja di Indonesia. Meski sempat mengalami penolakan oleh pemerintah Indonesia, itu sama sekali tidak membuat BJ Habibie tersinggung. Justru ketika mendapat panggilan dari Indonesia ia tidak ragu untuk meninggalkan kedudukannya sebagai sebagai wakil presiden Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB).

Leave a comment