News

6 Tips Pembelajaran Jarak Jauh saat Pandemi COVID-19

          Di tengah pandemi virus corona, berbagai macam kebijakan terus dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah dilakukan di rumah. Normal saja jika kebijakan yang diberlakukan belum stabil dan merata karena masih proses adaptasi. Salah satunya adalah Pembelajaran Jarak Jauh yang diberlakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim.

            Metode belajar jarak jauh ini tidak mudah dilakukan oleh guru karena harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi. Peran guru tetap memberikan pembelajaran namun secara online dan menggunakan aplikasi tertentu. Sementara orangtua harus kooperatif dengan materi yang telah diberikan oleh guru tersebut. Sehingga selain adaptasi dengan penggunaan teknologi, kerjasama antara guru dan orangtua semakin diperlukan.

            Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan guru saat pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19:

  1. Merancang kompetensi untuk dicapai peserta didik

Hal pertama yang perlu dilakukan guru adalah merencanakan pembelajaran dan menentukan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Guru dapat melist kompetensi dan memfokuskan pada hal-hal penting untuk disampaikan kepada peserta didik. Karena di masa darurat seperti ini tidak mungkin untuk menuntaskan kurikulum. Dalam pencapaian kompetensinya, guru dapat menguatkan pada pendidikan karakter, literasi, keterampilan hidup, hingga beribadah yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

  • Membuat jadwal rutinitas mengajar online

Mengajar dari rumah tentu akan sangat berbeda atmosfernya saat mengajar di kelas. Jika di dalam kelas guru hanya fokus pada KBM berbeda ketika mengajar dri rumah akan banyak dibenturkan dengan pekerjaan rumah tangga dan anak. Apalagi saat ini tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Maka dari itu, guru sangat perlu membuat jadwal rutinitas mengajar online, agar pembelajaran tetap teratur dan berjalan sesuai dengan target.

  • Membagi kelompok belajar peserta didik

Pembelajaran jarak jauh atau pemeblajaran online tetap memungkinkan guru untuk memvariasikan pembelajaran, salah satunya dengan pembagian kelompok belajar. Pembagian kelompok belajar ini berdasarkan pencapaian kompetensi masing-massing peserta didik. Dengan guru memberikan isu atau pekerjaan kepada masing-masing kelompok belajar maka, setiap peserta didik tetap dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-temannya.

  • Melakukan kegiatan diskusi COVID-19

Pemberitaan mengenai pandemi virus corona belum mereda, bahkan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi virus ini. Diskusi mengenai isu COVID-19 tentu dapat menjadi pembelajaran yang faktual dan informatif bagi peserta didik. Guru dapat menggiring opini peserta didik terkait adanya virus ini dan bagaimana mereka menyikapi adanya virus corona. Namun tentunya, diskusi yang dilakukan harus fokus pada hal-hal yang positif. Misalnya dengan mengajak mereka untuk tidak panik dan takut yang berlebihan dan mengedukasi pencegahan penyebaran virus corona. Guru dapat menugaskan peserta didiknya untuk membuat karya seni atau video bertemakan informasi COVID-19.

  • Saling berbagi hobi

Tidak dapat dipungkiri, aktivitas belajar dari rumah sangat terbatas dan bisa saja menimbulkan kejenuhan bagi peserta didik. Karena lingkungan dan kondisi belajar mereka tidak lagi sama. Otomatis mereka harus beradaptasi dengan belajar secara mandiri di rumah. Untuk meminimalisir kebosanan saat belajar di rumah, guru dapat meluangkan waktu satu pekan sekali berbagi hobi atau kegiatan yang biasa mereka lakukan saat belajar di rumah. Berbagi hobi ini dapat dilakukan secara bergantian sampai semua peserta didik menceritakan hobinya masing-masing.

  • Kegiatan bercerita cita-cita

Bukan hal yang tidak memungkinkan jika bercita-cita masuk dalam pembelajaran selama pandemi COVID-19. Justru hal ini akan memperkaya kompetensi yang dapat dicapai peserta didik saat belajar dari rumah. Artinya, meskipun mereka belajar dari rumah bukan berarti mereka tidak membicarakan atau mengingat cita-cita mereka. Ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk lebih dekat dengan cita-citanya. Untuk merancang kegiatan bercita-cita ini, guru dapat memberikan video motivasi atau video inspiratif lainnya untuk membangkitkan kesadaran bercita-cita pada peserta didik. Kemudian meminta peserta didik membuat video tentang cita-citanya dan dishare ke media sosial.

  • Berkolaborasi dengan orangtua peserta didik

Kolaborasi guru dan orangtua dalam mendidik sangat diperlukan sekali pun tidak dalam keadaan pandemi COVID-19. Apalagi saat pandemi seperti ini, beban pendidikan peserta didik tidak hanya ada pada guru tetapi kolaborasi antara guru dan orangtua. Guru dan orangtua harus menjalin komunikasi yang baik dan memberikan informasi ketercapaian kompetensi peserta didik kepada orangtuanya. Sehingga guru mendapat feedback dari orangtua begitu pun sebaliknya, orangtua mengetahui perkembangan belajar anaknya.

Leave a comment